Antrian Panjang melanda kota Lubuklinggau dan Musi Rawas akibat Dampak Rencana Kenaikan BBM

Lubuklinggau-Musi Rawas Sumsel

Dampak rencana kenaikan harga BBM oleh Pemerintah RI berdampak cukup besar di Kabupaten Mura dan kota Lubuklinggau. Akibat dari rencana ini dibeberapa SPBU di kota lubuklinggau dan Kabupaten Musi rawas tanpak Antrian cukup panjang.  Hal seperti ini dapat dilihat di SPBU Marga Mulya, Tugu Mulya, Pedang, Taba Cemekeh. Selain antrian panjang, Stock minyak di SPBU ini cepat habis dikarenakan masyarakat mengisi minyaknya tidak sedikit.

Saah seorang pemilik kendaraan yang sedang mengantri kepada RPP Selasa (13/5) mengatakan Hal seperti ini tidak akan terjadi jika pemerintah tidak mengumumkan rencana kenaikan BBM tersebut.”sebenarnya silakan aja naik, saya selaku masyarakat mengerti dengan kondidi negara kita yang semangkin miskin ini. Paling tidak dengan kenaikan BBM ini pemerintah dapat terbantu. Tetapi hendaknnya untuk pengumuman rencananya jangan diumumkan sebab imbasnya selainmengisi minyak ngantri dan banyak terjadi penimbunan juga dampak lainnya harga sembako juga naik duluan.”ungkap roni pemilik mobil jenis kijang ini sedikit kesal

Dilanjutkan roni, menurutnya yang dipermasalahkan bukan naiknya harga BBM tetapi harga kebutuhan lainnya. Kalau hanya harga BBM yang naik tidak menjadi masalah karena naiknya sedikit, tetapi jika seluruhnya naik maka masyarakayt kecil akan merasa sangat berat.”saya sarankan kepada pemerintah, kalau mau menaikan harga BBM jangan diumukan rencannya tetapi diumumkan saja langsung kenaikannya. Toh nantinya masyartakat juga akan mengerti.”katanya

Terkait dengan aksi yang dilakukan oleh baik mahasiswa maupun masyarakat, ia menilai hal tersebut biasa saja karena setiap kenaikan BBM pasti akan terjadi demo dan kesempatan Publik Pigur untuk mengomentri pemerntahan saat ini.”kalau saya selagi untuk kepentingan negara dan masyarakat sepertinya tidak menjadi masalah. Untuk apa kita demo kalau hasilnya tidak signifikan.”demikian katannya

Berbeda dengan pendapat masyarakat tugumulyo yang sedang mengantri di SPBU Tugumulyo, Tarjo mengaku kenaikan BBM ini membuat masyarakat nambah susah dan jatuh miskin.”kita lihat berapa banyak masyarakat kita miskin sebelum kenaikan BBM ini, bagaimana kalau BBM ini kembali dinaikan, mungkin nantinya banyak masyarakat yang mati kelaparan.”ujarnya

Tarjo yang telah mengantri selama 1 jam ini melanjutkan seharusnya harga BBM ini jangan dinaikan karena menurutnya Pemerintah Pusat tidak harus membeli BBM di luar negeri karena harganya mahal, tetapi cukup mengelola SDA yang ada diindonesia.”saya rasa minyak di indonesia ini cukup banyak dan tidak terpengaruh oleh harga minyak dipasar dunia. Sekarang tugas pemerintah hanya mengelola SDA yang ada dan dijual kepada masyarakat dengan tidak berpatokan pada harga minyak dunia. Pemerintah harus bisa mematok harga sendiri jangan ikut-ikutan minyak dunia.”ujarnya dengan semangat.

Dari pantauan koran ini rata-rata SPBU di Kabupaten Mura dan Kota Klubuklinggau, kendaraan yang antrian mengisi minyak cukup panjang samapi 500 meter.

Pedagang Eceran Kehabisan minyak

Dampak kenaikan BBM ini juga berdampak pada pedagang eceran di kota lubuklingau dan musi rawas. Dapat dilihat sebagian besar pedagang eceran saat ini tidak menjual lagi minyak jenis premium.”habis dek, kami la sulit membeli di kios, mungkin disitu masih ado.”ujar salah satu penjual minyak eceran di daerah marga mulya.(arc)

~ oleh Candra di/pada Mei 14, 2008.

Satu Tanggapan to “Antrian Panjang melanda kota Lubuklinggau dan Musi Rawas akibat Dampak Rencana Kenaikan BBM”

  1. kpn nii mau majunya

Tinggalkan Balasan