/// Komit Dukung pembangunan Mura
MUSI RAWAS SUMSEL
Potensi Minyak dan Gas (Migas) di Kabupaten Musi Rawas terus dilirik oleh Investor. Dalam waktu dekat ini PT Sale Raya Merangin Dua (PT SRMD) akan melaksanakan kegiatan Eksplorasi atau Pengeboran di Lima titik di kabupaten Musi Rawas. Selain itu Juga PT SRMD juga melakukan pengeboran di Kabupaten Muba 1 Titik dan kabupaten Surolangun 1 titik. Hal ini diungkapkan oleh Manager Eksplorasi PT SRMD Eko Aryanto kepada Koran ini kemarin seusai paparan rencana eksplorasi.
Dikatakan Eko, kelima Sumur Eksplorasi di Kabpaten mura tersebut diantaranya NW. Belani-1, Gasop A-1, Kemang Utara-1, West Pinang-1 dan W. Belani-2. sedangkan dikabupaten Muba Lumbian-1 dan Surolangun SE.Belato-1.”5 titik pengeboran ini merupakan kelanjutan dari tahun 2007 yang pihak kami telah melakukan pengeboran di 3 titik dan saat ini sedang mengajukan izin ke menteri ESDM untuk dikelurkan izin,”jelasnya embari mengatakan 3 titik tersebut berada di Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir.
Dijelaskan Eko, untuk NW. Belani-1 berlokasi di Desa Belani Kecamatan rawas ilir dengan total kedalaman pengeboran 3 ribu kaki atau 914 meter. Gasop A-1 berlokasi di Desa transmigrasi, Sumber Makmur Kecamatan Rawas ilir dengan kedalaman pengeboran 7250 kaki (2210 meter). Kemang Utara-1 belokasi di Desa Pelita jaya kecamatan lakitan dengan kedalaman 12 ribu feet (3.650 meter). West Pinang-1 belokasi di desa Pelita Jaya kecatama Muara kelingi dengan kedalaman 11,640 feet atau 3.550 meter. W.Belani-2 berlokasi di Desa Belani Kecamatan Rawas ilir dengan kedalaman 3750 Kaki atau 1.140 meter. Dan Lumbian-1 berada di Desa Tebing Tinggi kecamatan nibung dengan kedalaman 3500 kaki atau 1,067 meter.
Terkait dengan rencana sperizinan pengeboran Migas ini, kata Eko pihaknya samapi bulan ini masih menunggu rekomendasi dari 3 kabupaten untuk mendapatkan izin eksplorasi.”untuk mendapatkan izin tersebut pihak kami telah melakukan pemaparan kepada pemkab mura dan akan turun kelapangan untuk melihat lokasi pengeboran.”jelasnya
Paparan yang dilaksanakan oleh PT SRMD di pimpin oleh Asisten I Setda Mura A Basri Soni BA SH. Dari hasil diskusi, masukan dan saran dari undangan maka diambil kesimpulan bahwa Tim yang dibentuk oelh pemkab mura terkait dengan rencana pengeboran ini akan turun kelapangan pada hari rabu (19/11) hingga Jumad (21/11) untuk mengecek lokasi pengeboran. Selanjutnya untuk proses ganti rugi tanah yang dijadikan lokasi pengeboran diminta PT SRMD untuk terus berkoordinasi dengan camat dan Kades setempat.
”belajar dari pengalaman proses ganti rugi ini sering membawa konflik, untuk itu diharapkan kepada Investor untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan tokoh masyarakat baik untuk data maupun ganti rugi.”jelasnya
Selain itu, investor dalam penggunaan jalan harus terlebih dahulu mengantongi izin dari dishub dan membuat MOU penggunaan jalan. Dan Investor harus meminimalisir dampak kerusakan lingkungan.”dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan eksplorasi ini, pihak PT SRMD tetap mengaju pada SOP yang dikeluarkan dan sisyahkan BP MIgas.”jelas Eko
Menjawab pertanyaan Kabag Humas setda Mura H Rudi Irawan S Sos M Si mengenai Komitmen PT SRMD untuk menjaga fasilitas daerah berupa jalan, menjamin kualitas lingkungan, konflik ganti rugi lahan dan transparansi, Eko mengatakan untuk jalan pihaknya akan memperbaiki jika ada kerusakan terhadap jalan yang dilalui oleh PT SRMD.
“jalau jalan tersebut tidak layak maka pihak kami akan memperbaiki jalan tersebut sehingga layak dilalui, jika tidak ada jembatan maka pihak kami akan membangun jembatan tersebut. Sedngkan kalau jalan tersebut bagus dan mengalami kerusakan maka pihak kami segera memperbaiki. Untuk menjaga kualitas lingkungan pihak kami akan menerapkan dokumen AMDAL. Sedangkan untuk ganti rugi pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan Transfaransi pihaknya akan terbuka dengan pihak manapun dan selalu memberikan informasi kepada bagian Humas setda Mura.”demikian kata Eko.(Candra/Radar Pat Petulai)
mav pak numpang tanya ada yagng nma nya robet????
PT. Lonsum maupun Selaraya mengenai CSR hanya ngomong tetapi tidak ada realisasi ke masyarakat baik perbaikan jalan yang menuju kedesa masih seperti lama.
Sebaiknya dua perusahaan ini bantu lah dalam infrastructure jalan sampai ketepi sungai menuju desa belani.
Saya masih sering pulang ke Desa Belani dan kami warga desa menunggu realisasi jangan hanya ngomong.
Jadi yang dibilang Pak. Eko memperbaiki jalan sama sekali tidak benar tidak ada jalan yang diperbaiki menuju desa sebagai program kepedulian social responsibility yang diperbaiki hanya jalan menuju pengeboran.
salam
Dev (warga Belani)