
Ketua DPC PDI Perjuangan Mura Hj Ratnawati Ibnu Amin meninjau lokasi jembatan sungai keruh desa SP 8 Trikarya BTS Ulu
/// Jembatan Gantung Sungai Keruh Memprihatinkan
MUSI RAWAS SUMSEL
Kondisi jembatan gantung yang membelah Sungai keruh yang menjadi satu-satunya alternative masyarakat desa SP 8 Trikarya Kecamatan BTS Ulu dalam mengakut hasil bumi dari lahan perkebunan ke pemukiman saat ini sangat mengkhawatirkan. Jika tidak segera diperbaiki maka sekitar 300 KK yang memiliki kebun di seberang desa terancam terisolir.
Jembatan gantung yang dibangun hasil swadaya SP 8 dibangun pada tahun 2007 yang lalu saat ini kondisinya sudah sulid dilalui oleh kendaraan bermotor karena kayu penyangga sudah kelihatan miring dan lantai jembatan yang terbut dari bamboo sudah sebagian kropos dan patah.
Kondisi kayu penopang jembatan ini pun saat ini mulai kropos, dilihat dari mata telanjang seluruh bahan pembuat jembatan ini berasal dari kayu dan bamboo, hanya kawat besi yang hanya menahan beban jembatan.”sebelum dibangun jembatan, masyarakat meyebrangi sungai ini dengan menggunakan rakit, namun pada tahun 2007 tersebut rakit penyebrangan terbalik dan menghanyutkan belasan orang dan 4 diantaranya meninggal dunia,”ungkap masyarakat setempat Heru (34) kepada Koran ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Mura Hj Ratnawati Ibnu Amin pandangi tiang penahan jembatan yang mulai lapuk
Setelah melihat kejadian tersebut masyarakat menjadi trauma menggunakan rakit dan ada inisiatif dari warga untuk membangun jembatan gantung ini. Dikatakan Heru jembatan ini dibangun dengan swadaya dan bahan-bahan guna pembangunan jembatan ini seluruhnya berasal dari kayu yang ada didaerah tersebut.”usia jembatan ini sudah memasuki umur ke 3 tahun dan kondisi jembatan ini kayu-kayunya sudah lapuk karena dimakan usia dan rayap,”jelasnya sembari mengharapkan Pemkab Mura agar dapat membangun jembatan permanan sebagai ganti jembatan ini.
Terkait dengan jembatan ini, Kepala desa SP8 Trikakarya Literz membenarkan jika kondisi jembatan ini sudah sangat mengkhawatirkan dan saat ini pihaknya secara swadaya ingin memperbaiki jembatan tersebut agar umur jembatan ini dapat bertahan.”secara kasat mata saja sebenarnya jembatan ini sudah tidak layak lagi digunakan, namun karena jembatan ini satu-satunya alternative penyebrangan maka mau tidak mau harus melalui jembatan ini guna menjual hasil perkebunan masyarakat,”jelasnya
Dikatakan kades, jumlah masyarakat yang dipastikan melewati jembatan ini sekira 300 KK yang keseluruhanya merupakan petani karet. Kades berharap agar Pemkab Mura tahun segera menganggarkan pembangunan jembatan gantung ini sehingga masyarakat tidak merasa was-was lagi jika melewati jembatan tersebut.”kalau bisa dalam APBDP 2009 pembangunan jembatan ini dapat dianggarkan, jika pun tidak tolong dapat dianggarkan pada tahun 2010 mendatang,”pukas Kades SP 8 ini sembari mengatakan dalam rentang waktu 1 tahun ini jembatan ini masih bisa digunakan kerana pihaknya bersama masyarakat dalam waktu dekat bergotong royong memperbaiki kerusakan jembatan.
DPC PDI Perjuangan Bantu Perbaikan Jembatan Rp 5 Juta

Ketua DPC PDI Perjuangan Mura Hj Ratnawati Ibnu Amin
Kondisi jembatan yang sangat dibutuhkan dan kondisi yang mulai hancur ini menjadi perhatian serius dari Ketua DPC Partai Demorasi Indonesia (PDI) Perjuangan Musi Rawas Hj Ratnawati Ibnu Amin. Selasa (24/2) langsung terjun kelapangan guna mengecek laporan masyarakat setempat mengenai kondisi jembatan tersebut. Alhasil setelah melihat jembatan tersebut Pimpinan PDI Perjuangan Mura ini menyerahkan bantuan Rp 5 Juta guna membantu masyarakat berswadaya memperbaiki jembatan.
Dikatakan Ratna jembatan gantung ini sangat dibutuhkan masyarakat sebagai media penyebrangan mengangkut hasil bumi dari perkebunan karet rakyat.”saya sangat getir melihat kondisi jembatan yang dilalui masyarakat ini yang sebenarnya tidak layak lagi dipergunakan, namun saya akan upayakan agar jembatan ini akan dibangun dengan mengangarkan pada APBDP 2009 atau APBD 2010, karena sudah sangat mendesak,”jelas Ratna yang juga Ketua Wakil Bupati Musi Rawas ini.
Namun, dirinya merasa senang karena masyarakat memiliki inisiatif untuk membangun jembatan dan memperbaiki jembatan tersbut secara swadaya. Atas kondisi ini Ratna memberikan bantuan dana yang diperuntukan membantu perbaikan jembatan tersebut.”semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu masyarakat memperbaiki jembatan gantung ini, sehingga aktifitas masyarakat menjadi lancer,”demikian kata Ketua PDI Perjuangan Mura ini.(Candra/Radar Pat Petulai)

Kondisi jalan, tidak menyurutkan Ketua DPC PDI Perjuangan Mura Hj Ratnawati Ibnu Amin niatnya untuk melihat kondisi jembatan