MUSI RAWAS RPP – Setelah pulang dari Jakarta 3 bulan lalu dan mendapatkan perawatan di RS Rupit dan RS dr Sobirin, akhirnya penderita AIDS, Cek Mad (30) warga Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas yang mendapatkan perawatan medias di RS dr Sobirin selama sepekan belakangan, Minggu malam (9/8) akhirnya meninggal dunia.
“setelah mendapatkan perawatan intensif beberapa hari di RS dr Sobirin, Cek Mad meninggal dunia dan pihak keluarga telah memakamkan jenazahnya,” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Mura Drs Harun Sohar melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Drs Yanuar Saleh M Si kepada koran ini, Selasa (11/8).
Dikatanakan Yanuar, jika dilihat dari riwayat penderita AIDS ini, Cek Mad pulang ke tanah kelahiranya baru 3 bulan lalu dari jakarta dalam kondisi sakit. Selama kurun waktu tersebut korban telah beberapa kali mendapatkan perawatan intensif baik dari RS Ripit dan di rujuk ke RS dr Sobirin dan selanjutnya dirujuk kembali ke RS dr M Husin Palembang guna mendapatkan perawatan intensif dan dirawat diruang khusus isolasi bagi penderita HIV maupun AIDS, namun rujukan tersebut tidak diindahkan oleh keluarga dan korban di bawa pulang kembali.”diketahui korban di jakarta merupakan salah satu pengidap HIV/AIDS yang terdaftar pada klinik HIP Jakarta,”jelas Yanuar
Diungkapkan Yanuar, Korban Cik Mad saat di Jakarta bekerja di salah satu di salon kecantikan dan diduga korban mengindap kelainan seksual (homo seksual) serta mengidap HIV/AIDS ini sudah sejak lama, karena kondisinya ketika di diagnosa di RS dr Sobirin sudah sangat kritis.”HIV menginfeksi manusia sebelum menjadi AIDS biasanya membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun. HIV ini meyerang dengan melumpuhkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh manusia rentan terserang beragam peyakit,”jelas Yanuar sembari mengatakan hingga saat ini belum ada obat yang bisa meyembuhkan penderita HIV/AIDS ini.
Dengan adanya kasus ini, maka Pemerintah Kabupaten Mura melalui Dinkes terus melakukan antisifasi penyebaran virus HIV dan penyakit AIDS dengan melakukan berbagai strategy dan upaya guna mengantisipasinya seperti memberikan penyuluhan dan pengambilan sample darah pada daerah-daerah yang diidentifikasi penyebaran HIV/AIDS seperti warung remang-remang dan kafe serta LP Narkoba.”selama ini kita hanya melakukan tes darah di beberapa tempat, seperti di LP Narkoba Muara Baliti dan Cafe dikawasan rumah makan STD di Kecamatan STL Ulu Terawas,”jelasnya
Dari hasil tes di dua daerah tersebut, pada LP Narkoba dari 170 sampel tidak ditemukan baik napi yang terjangkit HIV maupun AIDS. Sedangkan di Cafe dikawasan rumah makan STD di Kecamatan STL Ulu Terawas, terdapat 1 orang yang diduga penderita positif terinveksi HIV, namun hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui keberadaan oknum tersebut.”Kasus penderita AIDS untuk pertama kalinya ditemukan Kabupaten Musi Rawas dan di Sumsel. Selama ini hanya sebatas terjangkit HIV tidak sampai ke AIDS,”pukasnya.(Candra)