MUSI RAWAS RPP – Program Pemerintah Pusat mengenai konversi minyak tanah ke LPG di Kabupaten Musi Rawas saat ini berhenti sementara (stagnan.red). hal ini dikarenakan terjadinya kekosongan kompos dan tabung gas LPG.”berdasarkan laporan dari pihak konsultan saat ini distribusi kompor dan tabung LPG sedang dihentikan karena kehabisan pasokan kompor dari pertamina,”ujar Kabag Ekonomi Setda Mura Kgs H Effendy Ferry SSTP M Si kepada koran ini kemarin.
Dikatakan Effendy, dengan kekosongan kompor gas ini maka distribusi yang dilakukan oleh PT Info Cahaya Hero (ICH) ini menjadi tergendala karena barang yang mau distribusi tidak ada.”berdasarkan laporan dari pihak konsultan hingga saat ini distribusi dan pencacahan ini telah mencapai 60 persen yang tersebar di 17 kecamatan se Kabupaten Mura,”papar Kabag Ekonomi Setda Mura ini sembari mengatakan angka resmi dari distribusi tersebut belum diserahkan oleh pihak konsultan.
Kapan distribusi ini akan kembali dilakukan, mantan camat Muara Beliti ini menegaskan dirinya belum mengetahui secara pasti namun menurut pengakuan dari konsultan akan dilakukan dalam minggu-minggu ini juga.”kerja konsultan ini tergantung dengan pasokan dari pihak pertamina selaku penanggungjawab program ini, jadi semangkin cepat kompor gas datang maka semangkin vepat program tersebut dilaksanakan,”paparnya sembari mengatakan program ini telah berjalan lebih dari 2 bulan.
Bagaimana menanggapi masalah adanya pungutan dalam program ini dan kualitas tabung dan kompor yang kurang baik? Effendy mengungkapkan pihaknya selaku fasilitator akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja rekanan dan kualitas barang yang didistribusikan.”program ini merupakan program peningkatan kesejahteraan masyrakat dan tidak dipungut bayaran, jika terjadi pungli dan ada barang yang tidak layak maka diharapkan masyrakat berkoordinasi dengan pihak kecamatan atau bagian ekonomi guna memecahkan persoalan tersebut,”demikian kata Effendi Ferry.(Candra/Radar Pat Petulai)